“Sebelum hari (Pembalasan) itu akan datang,” kata Yesus,”kehancuran besar akan melanda dunia, karena peperangan yang brutal dan kejam sehingga sang ayah akan tega membunuh anaknya, dan sang anak akan membunuh ayahnya karena perbedaan paham politik dalam masyarakat. Oleh karena itu, kota-kota akan dimusnahkan dan wilayah-wilayah pedesaan akan menjadi gurun. Semacam penyakit sampar akan datang sehingga tak ada seorang manusia pun yangi dapat ditemukan guna mengubur mayat-mayat, sehingga mereka menjadi mangsa bagi binatang-binatang buas. Bagi mereka yang masih bertahan di bumi, Tuhan akan menciptakan wabah kelaparan sehingga sepotong roti menjadi lebih berharga dari emas, dan mereka akan memakan apa saja yang tidak bersih. O zaman yang penuh dengan penderitaan, sehingga jarang terdengar orang yang berkata:”Aku telah berdosa, berilah aku rahmat-Mu, O Tuhan,” tapi dengan nada kasar, mereka akan melecehkan Dia yang Maha Mulia selamanya.
Setelah ini, ketika hari (pembalasan) itu semakin mendekat, selama lima belas hari berturut-turut, akan datang sebuah tanda yang menakutkan setiap harinya terhadap para penduduk di bumi. Pada hari pertama, matahari akan beredar di orbitnya tanpa cahaya sinar, tapi menghitam bagaikan warna pencelup kain: dan ini akan menimbulkan kegemparan, seperti orang yang histeris melihat anaknya yang mendekati ajal. Pada hari yang kedua, bulan akan berubah menjadi darah dan darah ini akan menetes ke bumi seperti embun. Pada hari ketiga, bintang-bintang terlihat akan saling berperang satu sama lain seperti dua pasukan yang saling bermusuhan.
Pada hari keempat, batu-batu dan karang-karang akan saling berbenturan satu sama lain seperti musuh-musuh yang brutal. Pada hari kelima, setiap tumbuhan dan herbal akan menangis dengan mencucurkan air mata darah. Pada hari keenam, laut akan mengalami pasang setinggi seratus lima puluh cubits dan tetap dalam posisi ini sepanjang hari seperti sebuah dinding. Pada hari ketujuh, laut akan mengalami hal yang sebaliknya yaitu penurunan permukaan laut yang sangat ekstrim. Pada hari kedelapan, burung-burung dan binatang-binatang darat dan binatang-binatang yang hidup di air akan berkumpul bersama, saling berdekatan satu sama lain dan akan meraung dan menangis. Pada hari kesembilan, akan terjadi badai hujan (batu-batu) es yang sangat dahsyat yang membunuh dengan cara yang sangat mengerikan sehingfa hampir tidak ada sepersepuluh penghuni bumi yang tersisa. Pada hari kesepuluh, akan terjadi kilat dan halilintar yang menakutkan sehingga dua per tiga gunung akan terbelah dan hangus. Pada hari kesebelas, semua sungai akan mengalir mundur dan tidak mengalirkan air tapi mengalirkan darah. Pada hari kedua belas, setiap benda yang diciptakan akan menjerit dan meratap. Pada hari ketiga belas, langit akan dilipat seperti buku dan akan mengguyurkan hujan api, sehingga setiap makluk hidup akan menemui ajalnya. Pada hari keempat belas, akan terjadi gempa bumi sedemikian dahsyatnya sehingga puncak-puncak gunung akan beterbangan di udara bagaikan burung-burung, dan seluruh permukaan bumi akan menjadi rata. Pada hari kelima belas, malaikat-malaikat suci akan mati dan hanya ada Tuhan Sendiri Satu-satunyaYang Ada dan Hidup, Yang Maha Mulia dan Maha Besar.
Dan setelah mengatakan ini, Yesus memukul wajahnya dengan kedua tangannya dan membenturkan kepalanya ke permukaan tanah. Dan begitu mengangkat kepala, dia berkata:”Terkutuklah setiap orang yang menyisipkan kata-kata imbuhan ke dalam kalimat-kalimatku bahwa aku adalah anak Tuhan.” Pada momen ini, murid-murid tersungkur ke permukaan tanah seperti orang mati. dimana kemudian, Yesus membangunkan mereka sambil berkata:”Marilah kita takut kepada Tuhan sekarag, jika kita tidak ingin dicekam rasa takut pada hari pembalasan.”
sumber: Injil Barnabas