bagaimana astronom zaman dahulu menggambarkan ala semesta?

By screpzio

Jauh lebih sulit dari kita untuk mengerti alam semesta seperti yang kita kenal sekarang, daripada orang kuno untuk mendapatkan gambarannya tentang alam semesta. Sekarang kita menganggap alam semesta bukan hanya bumi dan tata surya kita, tapi juga galaksi dimana tata surya kita berada (disebut “Milky Way” atau “Bimasakti”), dan galaksi lainnya juga. Ada sekitar lebih dari 200.000.000.000 bintang di galaksi kita dan masih ada jutaan galaksi lagi yang berada di alam semesta. Imajinasi manusia tidak dapat menangkap keluasannya!

Tapi pada zaman dahulu, mereka mempunyai gambaran yang sangat sederhana tentang alam semesta. Mereka mengira matahari, bintang, bulan, dan planet, adalah benda-benda kecil yang berputar mengeliIingi bumi. Mereka percaya bahwa alam semesta adalah seperti apa yang mereka lihat—dengan bumi yang luas, datar, dan tidak dapat bergerak sebagai pusatnya dan sebuah kubah besar di atas, berkilauan dengam cahaya-cahaya kecil.

Orang Yunani memulai ilmu perbintangan yang sesungguhnya. Kebanyakan dari orang Yunani kuno menganggap bahwa bumi berdiri diam di pusat alam semesta. Phytagoras, yang hidup pada awal abad keenam sebelum Masehi tampaknya adalah orang pertama yang mempertimbangkan bumi bulat. Tapi ia masih menganggap bumi pusat alam semesta dan tidak bergerak.

Aristarchus, yang hidup pada abad ketiga sebelum Masehi, percaya bahwa bumi itu bulat, berputar pada porosnya dan berputar mengelilingi matahari. Pada abad kedua Masehi, seorang astronom bernama Prolemy menulis buku berjudul Almagest. Ia menganggap bumi adalah pusat alam semesta dan ia mencoba menunjukkan bagaimana planet lain, matahari, dan bulan bergerak mengelilingi bumi. Idenya diterima selama 14 abad!

Corpenicus, pada tahun 1543, memperkirakan matahari sebahai pusat alam semesta. Kemudian ditemukanlah teleskop dan manusia dapat mengetahuo lebih baik mengenai alam semesta.

Tags:

Leave a Reply